Memuat berita

Nasional

Keluarga Presenter TVRI Papua Barat Desak Autopsi Jasad Yanto Idorway, Ungkap Dugaan Kejanggalan Kematian

Devi Sry Atmaja · 01 Agustus 2026 · 12:59 WIB · 4 dibaca
Keluarga Presenter TVRI Papua Barat Desak Autopsi Jasad Yanto Idorway, Ungkap Dugaan Kejanggalan Kematian

Foto: Kompas.com/Adlu Raharusun

Manokwari – Keluarga presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, secara resmi meminta dilakukan autopsi terhadap jasad almarhum. Permintaan itu muncul setelah dokter yang melakukan visum di RSUD Manokwari menemukan sejumlah temuan pada tubuh korban yang dinilai perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.

Kuasa hukum keluarga, Yan Christian Warinussy, mengungkapkan bahwa saat proses visum berlangsung, dokter pemeriksa menyampaikan adanya beberapa titik pada tubuh Yanto yang mencurigakan. “Dokter menyarankan dilakukan autopsi agar penyebab pasti kematian dapat diketahui. Atas dasar rekomendasi itulah keluarga meminta autopsi,” ujar Yan kepada media, Rabu (29/7/2026).

Keluarga kemudian berkoordinasi dengan RS Bhayangkara Polda Papua Barat untuk mendatangkan dokter forensik dari Jayapura. Dokter tersebut dijadwalkan tiba di Manokwari pada Kamis (30/7/2026). Hasil autopsi diharapkan menjadi alat bukti penting bagi penyidik Polres Pegunungan Arfak dalam menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan meningkatkan status perkara apabila ditemukan unsur pidana.

Selain mendesak pelaksanaan autopsi, kuasa hukum keluarga juga meminta pihak kepolisian melakukan reka ulang di lokasi kejadian serta mendalami sejumlah fakta awal yang hingga kini masih memerlukan penjelasan lebih rinci.

Yanto Idorway ditemukan meninggal dunia di kawasan Air Terjun Danau Anggi Gida, Kabupaten Pegunungan Arfak, pada Senin (27/7/2026). Ia sebelumnya dinyatakan hilang selama sembilan hari. Temuan jenazah tersebut memicu berbagai spekulasi di media sosial terkait dugaan kematian yang tidak wajar.

Menanggapi perbincangan di ruang publik, Yan Christian Warinussy menegaskan sikap keluarga. “Unggahan di media sosial kita anggap itu perhatian yang merespons kematian yang tanda petik kematian yang tidak wajar. Tetapi kita percayakan penuh kepada pihak yang berwajib,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik Polres Pegunungan Arfak masih terus melakukan pendalaman kasus. Hasil autopsi nanti diharapkan mampu memberikan kejelasan ilmiah mengenai penyebab kematian presenter TVRI Papua Barat tersebut dan menjawab pertanyaan keluarga serta publik.